Dilema Saat Teman Pinjam Uang. Mau Ngasih Nggak Ada Bujet, Kalau Nggak Dikasih Nggak Enak


“Jadi begini …” – kata seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba meminta pertemuan.

“Sekarang kamu sudah sukses, saya mau pinjam uang Rpxxx, kamu punya atau tidak?” Beginilah ungkapan itu berakhir setelah 30 menit basa-basi.

Entah itu dilakukan secara langsung atau melalui media, tetap saja memalukan. Jika Anda anak sultan, Anda bisa langsung meminjam uang tanpa bertanya atau takut akan risiko tidak terbayarkan, namun sebagai pekerja biasa yang gajinya pas-pasan, hal ini bisa menjadi dilema bagi Anda. Jika Anda nekat meminjamnya nanti, Anda harus mengorbankan anggaran, apalagi menagihnya jika Anda membutuhkannya. Ups. Jika tidak meminjamkan, lalu mengapa tidak menyesalinya, lalu bagaimana jika disebut sombong dan jahat?

Sikap ini pada akhirnya menempatkan kita pada keadaan yang serba salah. Namun, ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan agar anggaran yang disiapkan selama satu bulan tidak dilanggar sehingga situasi keuangan Anda bisa lebih aman. Baca terus!

Berikan saran/Kredit: gpointstudio di Freepik melalui www.freepik.com

1. Untuk membantu Anda mengambil keputusan meminjamkan, coba tanyakan untuk apa uang itu akan digunakan.

Jika dia menjawab untuk membeli gadget Tentu Anda sudah tahu jawabannya. Namun, jika jawabannya adalah sesuatu yang mendesak, Anda mungkin ingin mempertimbangkan kembali keputusan Anda. Tidak perlu terburu-buru menjawab, Anda bisa terlebih dahulu meminta waktu untuk berpikir dengan melakukan sedikit riset. aku tidak mau sudzon namun selama ini banyak dari anda yang mengaku pernah meminjam uang untuk membeli tahu untuk iseng. Nah, kamu bisa menggunakan waktu ini untuk berpikir jernih agar tidak menjadi impulsif dan akhirnya menyesalinya.

2. Setelah mengetahui masalahnya, solusi lain dapat ditawarkan, yang mungkin tidak dalam bentuk uang.

Ketika Anda meminjam uang dan memberi tahu alasannya, solusi lain juga akan muncul yang mungkin bukan hanya soal uang. Misalnya ada teman yang datang ke Anda ternyata mobilnya rusak, padahal dia harus mendapatkan uang dari situ, jadi jika Anda punya kesempatan untuk memperbaikinya, Anda bisa memberikan servis. Mungkin juga, misalnya, dia ingin meminjam uang untuk membeli buku pelajaran untuk anak, dan jika ternyata Anda memilikinya, maka buku itu dapat dipinjam.

Baca juga:   5 Hal yang Selalu Bikin Kita Kangen Sama Kakek dan Nenek. Kenangannya Nggak Ada Obat~

3. Tidak perlu memaksakan diri, jika memang tidak bisa meminjam jumlah nominal yang dia sebutkan, maka boleh pinjam semampunya

Anda mungkin memiliki niat yang besar untuk membantu teman Anda yang membutuhkan, namun sayangnya keadaan dompet Anda tidak sesuai dengan niat Anda. Coba cek dulu apakah ada produk yang bisa sedikit meringankan beban. Anda tidak harus memaksakan diri untuk memberikan semua yang Anda miliki, tetapi Anda bisa meminjamnya sesuai dengan kemampuan Anda.

4. Teman Anda meminjam uang, mungkin karena merasa buntu dan tidak bisa lagi berpikir jernih, jika ternyata ada solusi untuknya, Anda bisa memberi saran.

Jika Anda benar-benar tidak mampu untuk meminjamkan, maka Anda dapat memberikan solusi berupa proposal untuk dia lakukan dan menawarkan dia dukungan dan bantuan. Misalnya, jika dia memiliki keterampilan seperti menulis, memasak, atau mendesain, Anda dapat menawarkannya untuk mendapatkan uang dari ini. Tawarkan untuk membantu mempromosikan.

5. Jika memungkinkan, hindari janji yang tidak realistis, jika tidak ada, katakan dengan tegas, tanpa menyakiti hatinya.

Karena firasat buruk, Anda mungkin membenarkan diri sendiri dengan membuat janji, seperti berjanji akan meminjamkan uang setelah gajian, atau sejenisnya. Tujuannya agar dia bisa meminta pinjaman kepada orang lain, tapi mungkin dia memang ingat janjinya, jadi kalau dia memang tidak berniat meminjamkan, sebaiknya tolak saja dengan jujur. Katakan padanya dia tidak punya anggaran dan berikan alasan yang akan membuatnya mengerti.

Dilema seperti ini kemungkinan akan lebih sering muncul, apalagi jika pekerjaan Anda terlihat mapan dan Anda masih belum memiliki tanggungan, walaupun mereka tidak tahu Anda juga memiliki cicilan dan tagihan, belum lagi tabungan untuk masa depan. Jadi, jika memang tidak punya, Anda bisa menolak atau membantu sebisa mungkin.

Baca juga:   Jawaban Ilmiah Kenapa Cowok Lebih Gampang Jatuh Cinta daripada Cewek. Tapi Cepat Bosan juga sih~




https://projectchapman3d.com