Obat Kuat dan Persepsi Kejantanan di Indonesia. Cowok Harus Tahu Kalau Cewek Nggak Hanya Butuh itu!


Pernahkah Anda membaca ulasan dalam iklan obat kuat di koran lokal? Atau mungkin Anda pernah melihatnya sesekali di berbagai jejaring sosial. Isi kesaksiannya pun tak jauh dari kelancangan kekanak-kanakan, seperti “istri tercengang”, “istri minta ampun”, “Kuat, 5:0” atau “Saya layani lima ronde”.

Tapi apa yang benar-benar membuat pria berpikir: Saya harus kuat di tempat tidur. Seperti itu satu-satunya cara untuk membuktikan nilai seorang pria, untuk membuktikan kejantanan. Haruskah semua pria mengukur kejantanan mereka dengan cara ini? Mungkin akan ada orang yang menganggap pembahasan ini tidak penting, padahal sangat erat kaitannya dengan deskripsi budaya dan gender yang sedang dibahas. Yuk simak pembahasannya di bawah ini!

Pertama, ada anggapan bahwa peningkatan penjualan obat keras adalah hasil dari budaya patriarki kita.

Karena budaya? / Kredit: Poskotanyus

Menanggapi maraknya penjualan obat-obatan keras saat ini, beberapa orang berpikir bahwa fenomena ini lahir dari budaya patriarki. Meskipun ada obat untuk anak perempuan, kami sudah memasang obat kuat untuk anak laki-laki.

Alasannya dulu: budaya patriarki. Menurut Ferena Debineva, peneliti dan ketua Kelompok Pendukung dan Pusat Sumber Daya untuk Studi Seksualitas (SGRC), budaya menuntut laki-laki menjadi peserta aktif dalam kehidupan. Bagi cowok, menjadi kuat bukan lagi pilihan, tapi kewajiban.

Jika kamu (terutama anak laki-laki) masih ragu dengan pernyataan di atas, yuk coba kata-kata seru sekarang. Menurutmu, cowok seperti apa yang benar-benar “kuat-kuat-tangguh” atau “penyayang-penyayang-lembut”? Tanggapan Anda tentu tak lepas dari kecaman yang berujung unjuk kekuatan.

Loyo adalah aib. Karena itu, jangan heran jika Anda menemukan apotek kuat di sepanjang sisi jalan. Mereka menjual banyak jenis dan jenis obat keras, mulai dari viara, cabai, serbet ajaib, haji jahan, hingga air liur lebah, penis macan, tanduk rusa, krim kuda hitam. Apa lagi yang mereka tawarkan selain mengakui kejantanan pria di ranjang?

Baca juga:   9 Starterpack Anak Gaul Era 2000-an. Sebelum Hypebeast Ada, Anak Distro Udah Lebih Eksis Duluan~

Faktanya, bukan hanya budaya yang membuat anak laki-laki merasa kuat dan superior dibandingkan anak perempuan.

Ilustrasi anak laki-laki / Foto: Pexels Andrea Piackuadio

Selain budaya, sebenarnya ada peran lain yang membuat laki-laki merasa harus lebih tinggi dan lebih kuat dari perempuan dalam urusan ranjang, yaitu keegoisan. Biasanya cowok dikenal sebagai makhluk yang egois. Dia ingin mendapatkan perawan, dia tidak ingin menikahi non-perawan, tetapi dia sendiri tidak lagi perawan. Ada ungkapan lain yang bisa menunjukkan keegoisan pria. “Tidak peduli seberapa nakalnya seorang pria, mereka pasti mencari gadis yang baik untuk dinikahi.” Tentunya Anda tidak akan asing dengan ungkapan ini. Benar?

Untuk urusan ranjang, egoisme seorang pria bisa dinilai dari bagaimana ia mengutamakan keinginan pribadinya. Setelah mencapai puncak kepuasan, pria dapat dengan mudah meninggalkan pasangannya, yang mungkin tidak mendapatkan kepuasan. Meninggalkan pasangan Anda di tempat tidur sambil melamun dan kemudian tertidur. Bukan percakapan intim, yang oleh psikolog dianggap sebagai momen terbaik untuk berkomunikasi satu sama lain di antara pasangan.

Kemudian tidak ada lagi hubungan antara hubungan intim dan ekspresi kasih sayang. Maka hubungan antara suami dan istri bukan lagi keterikatan, perhatian, komunikasi, kompromi dan keintiman, tetapi hanya tiga kata penting: ereksi, durasi, ejakulasi.

Pada akhirnya, cowok perlu memahami bahwa cewek akan benar-benar merasa dicintai ketika cowok bisa memberikan kelembutan. Bukan karena cowok merasa lebih kuat dan lebih kuat

Ilustrasi pasangan / Foto: Pexels trinitykubassek

Kembali ke masalah budaya, tidak bisa dipungkiri bahwa anak perempuan adalah makhluk yang lembut. Tanyakan saja pada pacarmu. Ajak mereka untuk memilih: apakah Anda ingin diperlakukan dengan lembut atau Anda ingin diperlakukan dengan kasar? Penanganan dengan hati-hati akan menjadi respon standar. Ini adalah kunci penting untuk anak laki-laki.

Baca juga:   5 Alasan Lomba Panjat Pinang Mesti Dievaluasi. Nggak Semua Orang Sanggup Ikut, Bro!

Kebanyakan gadis bisa mencapai puncak kenikmatan tidak hanya dalam aktivitas seksual. Sekedar ingin menjadi pendengar yang baik, bergandengan tangan di depan umum, berpelukan mesra saat berdua, menyeka air mata saat pasangan sedih pasti bisa membuat cewek bahagia karena punya pacar sepertimu. Ini bukan hanya tempat tidur, kan?

Anak perempuan bisa merasa bahagia ketika anak laki-laki memperhatikan perasaan, emosi, dan ekspresi hati mereka. Ketika puas, tubuh akan mengikuti. Anak perempuan adalah makhluk yang membangun hidupnya dengan mengutamakan hati dan perasaannya dan kemudian terus-menerus mengubah semuanya.

Jadi kesampingkan ego, kesampingkan sifat obat keras, lalu jadilah orang yang bisa memberikan cinta penuh. Seorang gadis dilahirkan untuk dicintai, bukan diperbudak. Tidak ada lagi representasi seperti itu. Ingat, obat kuat pasti memiliki efek samping yang akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda di kemudian hari.




https://projectchapman3d.com