Baris Sebelum Masuk Kelas Sampai Lomba Duduk Rapi, Kenangan SD ini Bikin Hidup Berasa Sederhana


Walaupun kita sama-sama sekolah, pengalaman kita di SD dan saat SMP atau SMA pasti berbeda. Ada hal-hal dari sekolah dasar yang tidak bisa kita lupakan, tapi sayangnya kamu tidak bisa melihatnya lagi. Saat itu, dunia masih kecil, dan orang-orang yang kami temui masih sama. Pusing? Ah, apa sakit kepala. Obat sakit kepala anak hanya bisa meredakan sakit kepala.

Kalau sekarang, yang namanya pusing pasti banyak alasannya. Mulai dari pekerjaan yang tidak ada habisnya, dari sumpah serapah pada bos yang menyakitimu, tidak ada pacar, tetapi orang-orang di rumah bertanya kapan kamu menikah, ingin membelinya, tetapi gajinya masih lama. Namanya juga berjuang untuk masa depan, kan?

Sesaat, untuk menghilangkan penat, Hipwee Entertainment akan membawa Anda kembali ke masa SMA Anda, ketika tantangan terbesar hanyalah PR matematika. Masih ingat?

1. Sebelum masuk kelas, berbarislah secara bergiliran. Jangan lupa potong kuku di hari senin. Mengucap salam kepada guru dan berdoa terlebih dahulu adalah hal biasa sebelum kelas dimulai.

Silakan, lanjutkan! / Kredit: kelvinbenedictsalakory

SD identik dengan kerapian. 70% terhadap Geeks. Dari seragam hingga buku pelajaran, semuanya harus baik-baik saja jika Anda tidak ingin marah pada guru. Ingat kewajiban sebelum masuk kelas? Ya benar. Rapikan dulu seragammu dan jangan lupa potong kuku. Lalu masuk satu persatu sedangkan Salim adalah Bu guru (yang kukunya kotor, jangan harap bisa masuk kelas dengan mudah). Saat memasuki kelas, duduklah dengan hati-hati di tempat duduk Anda, kemudian dengarkan perintah ketua kelas dan berdoa bersama. Setelah selesai shalat, keluarkan buku pelajaran. Orang yang bukunya tertinggal, atau yang lupa bahwa dia tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya, menjadi gugup, duduk dan menjadi gelisah.

2. Masih ingatkah Anda dengan buku bersampul coklat dengan tulisan “Rajin Pangkal Pandai”? Hasil tes sulit disembunyikan karena harus dibawa pulang dan ditandatangani oleh orang tua.

Sampul buku pelajaran sekolah dasar

Sampul buku khusus SD / Foto: Twitter

Itu normal untuk memiliki nilai ujian yang buruk di sekolah menengah atau sekolah menengah atas. Sampai orang tua tahu. Kertas-kertas itu dibuang begitu saja atau disembunyikan di tempat yang hanya diketahui oleh kita dan Tuhan. Tapi ketika kami di sekolah dasar, kami selalu kesal dengan nilai buruk. Soalnya waktu itu ujiannya bukan di atas kertas, tapi di buku catatan yang diselimuti seragam coklat untuk seluruh kelas. Namanya buku resensi. Di situlah nilai-nilai kita berlabuh, entah itu nol atau sepuluh. Berita buruknya adalah sekolah terkadang meminta siswa untuk membawa pulang buku ujian mereka dan mengembalikannya setelah orang tua mereka menulisnya. Tapi tak apa, beginilah cara guru kita mengajarkan kejujuran.

Baca juga:   Film Horor Indonesia Kerap Terkesan Lebih Menyeramkan, ini Alasannya!

3. Saat itu kita masih bebas dari keinginan menipu. Biarpun ujiannya bukan kubu, teman-teman jangan menyontek jawaban

modus anti-cheat!

modus anti-cheat! / Kredit: Facebook melalui www.setbyus.com

Jiwa yang muda dan murni juga tidak dijangkiti keinginan selingkuh. Ketika ujian menjadi bukti. Kami tidak ingin memberikan jawaban kepada teman Anda, dan teman kami juga tidak ingin meminta jawaban. Tapi karena kita paranoid, kita sering membuat benteng. Dengan buku lain, kami menutupi sisi kanan dan kiri sehingga teman kami tidak dapat melihat dan jawaban kami aman.

4. Adapun item, kebanyakan dari mereka tetap sama. Tapi generasi 90-an harus tetap merasakan plot Kertakes dan BPK. Oh ya, jangan lupa untuk berlatih bersama setiap hari Jumat.

Hasil dari pelajaran kertakes

Hasil pelajaran kertakes / Foto: Istanalearninganakbanten

Soal matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan IPS, semua generasi harus tahu ini. Sampai hari ini dia masih ada. Tapi orang-orang yang termasuk generasi 90-an pasti pernah menemukan tema kertake. Itu berarti Kerajinan dan Seni. Kemudian di pertengahan kelas 3 atau 4 nama mata pelajaran diubah menjadi CTC. Hanya singkatannya yang diubah, panjangnya tetap sama. Selain menjahit, olahraga bersama di hari Jumat tentunya tidak boleh dilupakan. Yang ingat dan bisa melakukan senam dengan benar akan menjadi model di masa depan. Ya, seperti bangga memenangkan olimpiade internasional.

5. Di masa lalu, bahkan 1.000 uang saku sehari adalah berkah besar.

permen karet yosan

Permen karet Yosan / Foto: Tokopedia

Sekarang uang seringkali hanya bisa digunakan untuk membayar parkir atau diberikan kepada pengamen jalanan. Di masa lalu, uang semacam ini membawa kebahagiaan di tahun-tahun sekolah. Dengan seribu rupiah atau kurang, kita masih bisa nongkrong dan bersenang-senang di sekolah. Di masa-masa inilah kita bertemu dengan jajanan sekolah dasar, yang rasanya pasti akan dikenang di lidah sampai sekarang. Putra Masa, tongkat, payung cokelat, lolipop, dan banyak lagi. Oh iya, jangan lupa coklat branded bagus yang dulu harganya 200 rupiah. Apakah sekarang masih ada?

Baca juga:   3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Tanya Arah dan Lokasi Saat di Jogja. Kadang Bikin Pusing!

6. “Ibu Mantra ini dilantunkan bersama saat waktunya pulang, tetapi guru hanya menantang menyontek.

Saya ingin pulang ke rumah?  jawab dulu pertanyaan dari guru!

Saya ingin pulang ke rumah? jawab dulu pertanyaan dari guru! / Kredit: avatar-nusantara

Mereka juga disebut anak-anak, meskipun mereka suka pergi ke sekolah, mereka bahkan lebih bahagia ketika sudah waktunya pulang. Saat waktunya pulang, guru masih asyik menjelaskan, kita hanya perlu mengucapkan mantra kompak: bupulangbupulangbupulangbu 1000x. Sayangnya, terkadang guru kita kejam, alih-alih membiarkan mereka pulang, guru malah menyuruh mereka duduk agar bisa pulang lebih cepat. Selain itu, guru cenderung kecanduan menjalankan lomba dengan pertanyaan yang menyesatkan. Bagaimanapun, siapa pun yang bisa menjawab bisa pulang dulu. Kami akhirnya tidak pulang tetapi hanya berdiri di pintu memperhatikan teman-teman kami yang tidak bisa menjawab pertanyaan.

7. Menjadi petugas upacara adalah hal yang sering dilakukan. Pada saat itu, kebingungan terbesar adalah ketika lagu berakhir tetapi bendera masih jauh dari puncak tiang bendera.

mengibarkan bendera adalah beban mental

Mengibarkan bendera adalah beban mental.

SD ini baru pertama kali kita tahu nama upacaranya. Ketika kita mencapai kelas 3 atau 5, kita akan mendapat giliran menjadi petugas upacara. Pemimpin upacara harus menjadi yang paling bangga. Biasanya yang paling pintar di kelas mendapat posisi ini. Tapi membaca Konstitusi atau Panchashila juga sangat keren. Nah, yang paling berat harusnya yang mengibarkan bendera. Dulu, satu-satunya hal yang mengganggu saya adalah ketika lagu Indonesia Rai selesai, bendera belum mencapai puncak tiang. Saat itu kita merasa seperti pecundang

8. Sekarang ingat lagu-lagu K-pop dan artis barat, sebelumnya saya hanya ingat lagu daerah dan lagu wajib. Apa yang dapat Anda lakukan, karena Anda harus bernyanyi selama upacara?

Hafalkan lagu-lagu yang dibutuhkan

Hafalkan Lagu / Kredit yang Diperlukan: –

Setiap upacara harus memiliki bagian di mana kita harus menyanyikan lagu wajib dan lagu daerah. Karena itu, sebagian besar anak sekolah dasar lebih banyak menghafal mata pelajaran wajib dan daerah. Dari yang paling sering dimainkan seperti Garuda Pancasila dan Satu Nusa Satu Bangsa hingga yang spesial seperti Seduction Pulau Kelapa atau Padamu Negeri. Untuk lagu daerah kita harus mempelajari lagu Ampar-ampar Banana dan Yamko Rambe Yamko. Jadi selain lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Garuda Pancasila, lagu wajib apa lagi yang kamu hafal?

Baca juga:   11 Momen ini Terkesan Biasa Aja, tapi Bisa Jadi Indikator Kalau Kita Udah Dewasa lo. Umur, Bro~

9. Upgrade sering ditandai dengan tas dan sepatu baru. Soalnya, kalau kamu ganti tas dan sepatu di tengah semester, kamu akan digelitik seharian.

Tahun ajaran baru, semuanya baru

Segala sesuatu yang baru untuk tahun ajaran baru / Kredit: Terdaftar melalui www.stifinbanten.com

Saat upgrade datang, sepatu dan tas baru dilempar ke mana-mana. Tidak hanya itu, masih banyak lagi seragam baru. Kalau seragam, alasannya pasti baju lama sudah tidak muat lagi. Dapat dipahami bahwa namanya juga masih dalam masa pertumbuhan. Ketika datang ke sepatu dan tas baru, seringkali tidak ada alasan. Sepatu dan tas lama masih bagus, tapi entah kenapa update selalu ditandai dengan sepatu dan tas baru. Mungkin karena jika kita mengganti tas atau sepatu di tengah tahun, itu bisa mengganggu kita sepanjang hari. Paling malas, jika teman kita terburu-buru untuk menginjak sepatu baru kita ke “kenalan”. Jika kehadiran kelas ditandai dengan gadget baru sekarang, kan?

10. Penghapus bendera yang berbau bunga pedesaan dan rautan pensil kaca bundar adalah hal-hal yang hanya datang dari hari-hari sekolah kami yang super bahagia.

Ini penghapus

Ini penghapus/Kredit:-

Ingat penghapus legendaris ini? Baunya sangat enak dan sering dikatakan mengandung obat-obatan (itulah sebabnya baunya enak). Ada juga penghapus yang setengah biru dan setengah merah. Dikatakan bahwa biru dapat menghapus pena. Ah anak-anak, imajinasinya sangat tinggi. Jangan lupakan pulpen wangi yang konon mengandung narkoba. Terakhir, ada rautan pensil bulat dengan kaca. Sampai saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui apa fungsi kaca pada rautan. Bisakah kita melihatnya sambil mengasah pensil?

11. Sekarang siswa sekolah dasar dapat berbagi akun media sosial. Sebelumnya, kami hanya bisa bertukar buku harian untuk mengisi biodata.

((MASIH KEMBALI))

((INI MASIH DI BALIK)) / Foto: Facebook via agustinrika.blogspot.co.id

Nama: Miko

TTL: Di tempat tidur, 17 Januari 1992

Hobi membaca

Mikey: es teh

Diproduksi oleh: Sate

Motto hidup: Jangan pernah menyerah!

Siswa kelas satu mana yang tidak melalui periode berbagi buku harian ini? Buku hariannya juga sangat khas, baunya sangat harum dan sampulnya bergambar anak laki-laki atau perempuan dari tahun 80-an. Mengisi biodata satu sama lain di buku harian teman adalah suatu keharusan. Setelah semua kategori terisi, jangan lupa untuk menyisipkan pantun di akhir halaman.

Empat kali empat sama dengan enam belas. Tidak punya waktu untuk menjawab!

Ini adalah beberapa kenangan dari sekolah dasar yang membuat kita merasa bahwa hidup pada waktu itu sangat sederhana. Kita tidak perlu memikirkan mau makan apa besok, tenggat waktu yang terlewat dan kebutuhan hidup lainnya. Apakah ada kenangan dari sekolah dasar yang belum ada? Bagikan di kolom komentar.




https://projectchapman3d.com