Dilema Kasta Dompet Tipis saat Terima Banyak Hadiah Usai Sidang Skripsi


Momen sidang disertasi memang menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, selain sebagai tanda berakhirnya “drama” disertasi, biasanya juga momen penghujan hadiah dari kawan-kawan seperjuangan. Mulai dari aneka ember bunga, permen, jajanan, boneka, barang favorit, hingga barang-barang yang mengandung rasa malu sebagai kado istimewa. Sayangnya, tidak semua orang senang dengan hadiah seperti itu.

Momen menerima hadiah sebenarnya merupakan momen penuh dilema bagi kasta berdinding tipis. Bahkan, ketika Anda menerima hadiah, itu hanya menyenangkan. Namun, setelah itu, sepertinya membayar kembali hadiah itu menjadi beban. Meskipun tidak ada uang untuk membeli hadiah juga, bagaimana Anda tidak dilema, bukan?

Setelah menerima hadiah, dia tidak senang, tetapi tidak tahu apa yang harus digunakan sebagai balasannya.

Hadiah Pengadilan | Foto Depositphoto

Tidak dapat dipungkiri bahwa menerima hadiah dari kawan seperjuangan adalah hal yang menyenangkan. Apalagi, hadiah bisa menjadi tanda perhatian dan kasih sayang. Namun, untuk kasta berdompet tipis, hadiah saat lulus ujian menjadi beban tersendiri. Karena seolah-olah ada kewajiban untuk memberikan hadiah kepada orang yang memberinya hadiah.

Mereka mungkin tidak mengharapkan imbalan apa pun, tetapi apa itu perbuatan baik dari seorang teman, tidakkah Anda ingin dibalas? Jika Anda ingin mengembalikan hadiah, Anda bahkan tidak punya uang, jika Anda ingin mengabaikannya, Anda merasa tidak enak. Oh, bagaimana semuanya salah~

Memikirkan tentang mengemas kembali hadiah satu teman untuk hadiah teman lain

hadiah percobaan

Kemas ulang | foto pexels andrea piacquadio

Saya jadi malu untuk mengembalikan hadiah tetapi saya tidak memiliki anggaran, kadang-kadang saya berpikir untuk menggunakan hadiah dari satu teman sebagai hadiah untuk teman yang lain. Cukup ganti kartu ucapan dan bungkus, Anda akan menghemat anggaran. Namun, keputusan untuk mengemas ulang hadiah ini terkadang menjadi dilema.

Baca juga:   Kumpulan Meme Percakapan Dua Orang yang Ngeselin tapi Banyak yang Relate

Memberi hadiah seringkali dianggap tidak sopan kepada si pemberi, apalagi jika orang diberi tahu bahwa itu pemberian dari orang lain, bukankah itu terlalu berat? Namun, ini mungkin tidak masalah jika mereka bukan orang yang saling mengenal. Dengan demikian, kita, sebagai kasta dengan dompet tipis, dapat mengatasi masalah saling tukar hadiah ini melalui hadiah silang. Cobalah untuk tidak membiarkan pemberi dan penerima saling mengenal atau terlalu dekat.

Bingung bagaimana memanfaatkan hadiah yang sebenarnya tidak terlalu berguna

hadiah percobaan

Kemas ulang | foto pexels-cottonbro

Untuk kasta dengan dompet tipis, mungkin hadiah yang paling berharga adalah uang. Sayangnya, penghargaan pengadilan jarang membayar banyak uang. Sebagian besar terjebak dengan makanan ringan yang bisa sangat baik untuk pemula. Nah, ada juga hadiah yang sulit digunakan misalnya etalase toko, bunga, balon, boneka. Selain sulit untuk disimpan, membuat kita sangat menyayangkan uang untuk membeli oleh-oleh.

Apalagi saat akan memberikan barang serupa sebagai imbalannya, jadi sayang kalau punya uang, karena harus membeli barang seperti itu. Jika Anda membeli barang lain, saya khawatir Anda tidak menyukainya, jadi Anda tidak menggunakannya, semakin Anda mencintai uang. Sungguh perhitungan untuk dompet tipis ini!

Jika Anda punya pilihan, lebih baik tidak memberikan hadiah ~

hadiah percobaan

Lebih baik tidak memberi hadiah~ | Foto dari pexels-rodnae-productions

Untuk kasta berdompet tipis, memikirkan hadiah kembalian, selain menjadi beban, juga merupakan pilihan yang agak sulit, karena berada di posisi yang salah. Kita tidak bisa menolak dan mengembalikan hadiah yang sudah disiapkan, bukan? Jadi jika Anda bisa memilih, daripada khawatir membeli hadiah pengganti dan harus berurusan dengan hal-hal ini, sebaiknya jangan berikan hadiah!

Baca juga:   Pura-pura Pingsan Saat Upacara Adalah Momen Terlicik Zaman Sekolah. Ada yang Pernah Begini?

Namun, nama ini hanya sebuah tradisi, dan bentuk apresiasi dari sahabat seperjuangan terkadang tidak bisa dihindari. Solusinya kamu tidak perlu memaksakan untuk mengembalikan hadiah, meski terkadang dilema antara harus memberi hadiah atau dianggap tidak pengertian kepada teman, tapi apa boleh buat, namanya juga syarat~




https://projectchapman3d.com