Rasanya Buka Usaha Dapet Klien Teman Sendiri. Untung sih, tapi Nggak Jarang Apes~


Untuk mencari tambahan peti rupiah, apalagi di masa-masa sulit seperti sekarang ini, setiap orang harus punya jalannya sendiri-sendiri. Memulai bisnis terkait layanan adalah salah satu alternatif yang sering digunakan. Misalnya, jasa desain, fotografi, video editing, arsitek, pengurus visadan sebagainya, yang diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari dan kebutuhan masyarakat. Ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi seseorang ketika menjalankan bisnis terkait layanan.

Apalagi jika Anda berkomunikasi dengan klien atau orang lain yang ingin menggunakan jasa kami. Faktanya, berurusan dengan orang asing sebagai pelanggan bisa lebih mudah daripada berurusan dengan teman, yang lebih sulit. Dalam dunia jasa dan bisnis, kelebihan teman adalah salah satu hal yang paling menyebalkan. Meski begitu, masih ada perasaan senang dan sedih. Ini kurang lebih seperti seorang teman memiliki kliennya sendiri~

1. Tidak sulit karena kita tidak perlu promosi kesana kemari untuk mendapatkan pelanggan.

Ilustrasi / Kredit Klien: Pinterest via medium.com

Salah satu keuntungan memiliki klien sendiri adalah kita sebagai penyedia jasa tidak perlu pusing memikirkan bagaimana cara berpromosi kesana kemari hanya untuk mencari klien. Santai saja di rumah, penuhi keinginan teman-teman pelanggan kami, lakukan dengan sungguh-sungguh, teruslah berkarya. Itu tidak baik, bagaimana kalau mencobanya seperti ini?

2. Saya tidak lelah dan menghabiskan waktu dan uang untuk berpromosi, yang lebih baik lagi adalah kita meluangkan waktu ketika kita sedang bekerja

Santai karena tidak terburu-buru / Foto: Pinterest via highlight.id

Karena kalian sudah berteman, biasanya kalian saling memahami kondisi dan keadaan masing-masing, kalian harus. Itu sebabnya terkadang lebih baik karena kami mengambil waktu kami ketika kami mengerjakan pesanan mereka. Ada kamu, yang memberi ketentuan 2 minggu, dan baru seminggu berlalu, sudah berisik, saya ingin menyelesaikannya sesegera mungkin. Hal-hal ini sering mengganggu saya.

Baca juga:   Kebiasaan Zaman Kecil yang Ternyata Menyebalkan, Tapi Baru Disadari Setelah Dewasa

3. Tetapi mintalah harga lebih sering kepada teman. Itu membuat saya malas, terutama jika Anda meminta setengah harga.

Harga teman adalah hal yang paling menyebalkan / Foto: Connexindo via www.nataconnexindo.com

Dalam dunia bisnis, sepertinya tidak semua orang mengerti bahwa ada batasan antara dunia pertemanan dan bisnis itu sendiri. Sayang sekali jika klien seorang teman ketahuan, salah satunya gara-gara ini. Kita mau pasang harga normal, kita bingung, giliran kita kasih harga murah, kita juga minta nego harga ya teman-teman. Belum lagi fakta bahwa Anda sendiri akan meminta diskon hingga setengah harga. Lebih baik tidak melakukannya daripada memakan hatimu

4. Ini tidak banyak, beberapa memberikan contoh menggunakan hasil orang lain. Meskipun kita belum mencapai level itu :’)

Pusing memikirkan link / Foto: Pinterest via www.tabloidpeluangusaha.com

Jika menurut Anda lebih menyenangkan menarik klien teman Anda, maka Anda belum mengenal dunia bisnis jasa. Selain menanyakan harga kepada teman, hal lain yang juga tidak kalah menyebalkan adalah ketika teman kita memberikan contoh karya orang lain untuk dijadikan referensi, padahal portofolio kita sudah banyak. Lebih bagus lagi kalau hasil karya orang lain tidak begitu jauh dari kita, tapi kalau sudah di level yang berbeda, ini juga menyebalkan. Saya tanya harga ke teman, linknya juga tidak masuk akal. Khadi!

5. Anda telah diberi izin untuk melakukan 1 pekerjaan, berteman saja, datang dan minta seseorang untuk melakukannya

Dilema Mendapatkan Klien Teman / Foto: Pinterest via www.majalahfigure.com

Ekses teman di industri jasa terkadang memusingkan. Bayangkan saja, dalam perjanjian awal, dia mengatakan bahwa dia hanya disuruh melakukan satu pekerjaan, tetapi hanya karena teman dekatnya segera datang dan memintanya untuk melakukan sesuatu yang lain. Meski awalnya tidak ada kesepakatan. Itu seberapa sering Anda membayar, itu semua sama. Apakah kamu tidak kesal?

Baca juga:   10 Aksi Kocak Mudik Lebaran 2022. Dari Curhat Sampai Bawa Hewan Peliharaan

Sebagai teman yang baik, Anda harus bisa membedakan teman dari bisnis, bukan menjadikannya satu. Teman Anda sedang berusaha mencari nafkah. Jika Anda terus menggunakan tag “teman”, bagaimana bisnis teman Anda bisa berkembang?!




https://projectchapman3d.com